HITSTUNGKAL.COM — Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) PAMSAKA melepas tim Ekspedisi Angkatan XIII pada Minggu (9/8/2026). Ekspedisi yang dipusatkan di Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, tersebut akan menyoroti persoalan abrasi Sungai Pengabuan dan kondisi ekosistem mangrove di kawasan pesisir.
Ekspedisi tersebut mengangkat tema “Menelusuri Krisis Abrasi Sungai Pengabuan dan Degradasi Mangrove di Tanjung Jabung Barat”. Tim akan melakukan sejumlah kegiatan lapangan untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi lingkungan di wilayah yang menjadi lokasi ekspedisi.
Pelepasan tim berlangsung di Aula Utama Universitas Islam An-Nadwah Kuala Tungkal. Kegiatan tersebut dihadiri DPO, pengurus, dan anggota MAPALA PAMSAKA.

Ketua Umum MAPALA PAMSAKA, Maya Silpani, mengatakan ekspedisi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan yang ada di Tanjung Jabung Barat.
“Ekspedisi ini adalah wujud kontribusi nyata anggota muda MAPALA PAMSAKA dalam menjawab persoalan lingkungan yang ada di depan mata kita, sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan ekosistem pesisir Tanjung Jabung Barat,” ujar Maya.
Ketua Pelaksana Ekspedisi Angkatan XIII, Nabila Anzaly Putri, mengatakan tim telah menyiapkan tiga agenda utama selama berada di lokasi.
“Pemetaan titik abrasi, sosialisasi kepada masyarakat, dan penanaman bibit mangrove,” kata Nabila.
Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi dan sebaran titik abrasi di wilayah yang menjadi lokasi ekspedisi. Data yang diperoleh dari lapangan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan kajian dan memberikan gambaran mengenai kondisi pesisir di kawasan tersebut.
Tim juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai abrasi dan pentingnya keberadaan ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir.
Selain itu, penanaman bibit mangrove akan dilakukan di sejumlah titik yang telah ditentukan sebagai bagian dari aksi lapangan untuk mendukung upaya menjaga kawasan pesisir.
“Semoga apa yang kita lakukan ini, sekecil apa pun, bisa memberi dampak nyata bagi masyarakat Kelurahan Senyerang dan menjadi langkah awal untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir kita,” ujar Nabila.
Ekspedisi Angkatan XIII MAPALA PAMSAKA diikuti enam anggota muda. Mereka yakni Kurniadisyah, Muhammad Hilbram Syaddam, Nazla Fauzan, Muhammad Hidayat, Nabila Anzaly Putri, dan Nur Jannah.
Empat anggota berasal dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), yakni Kurniadisyah, Muhammad Hilbram Syaddam, Nazla Fauzan, dan Nur Jannah. Sementara itu, Muhammad Hidayat dan Nabila Anzaly Putri berasal dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Pembina MAPALA PAMSAKA tidak dapat hadir dalam acara pelepasan karena berhalangan. Meski demikian, dukungan dan restu tetap diberikan kepada seluruh tim yang akan menjalankan ekspedisi.
Melalui kegiatan tersebut, MAPALA PAMSAKA berharap tim dapat memperoleh data dan gambaran lapangan mengenai kondisi abrasi serta ekosistem mangrove di Kelurahan Senyerang, Kecamatan Senyerang.
Ekspedisi ini juga diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi anggota muda untuk terlibat langsung dalam persoalan lingkungan sekaligus mendorong kepedulian terhadap keberlanjutan kawasan pesisir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.(**)











