HITSTUNGKAL.COM — Upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga hutan dan lingkungan terus dilakukan PT Rimba Hutani Mas (RHM). Kali ini, sebanyak 160 siswa dan siswi SMKN PP Jambi mendapat edukasi langsung mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus pendidikan konservasi melalui kegiatan sosialisasi yang digelar bersama pihak sekolah.20/08/2026

Kegiatan tersebut tidak sekadar menghadirkan penyampaian materi di dalam ruangan. Para siswa juga diajak turun langsung mengikuti praktik penggunaan peralatan pemadaman, mulai dari mengenal mesin hingga mencoba pengoperasian alat penyemprotan bersama petugas.

Antusiasme siswa terlihat saat mereka mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung peralatan yang selama ini mungkin hanya mereka lihat dalam kegiatan penanganan kebakaran. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pemahaman bahwa pencegahan dan penanggulangan karhutla membutuhkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kepedulian bersama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Muhammad Yusuf, S.Pd.I., selaku Waka Humas SMKN PP Batanghari, bersama jajaran staf dan tenaga pengajar. Dari PT Rimba Hutani Mas turut hadir Heri Yansyah, Farah Fadhillah Ramadhan, Dwi Purwanto, Miftah Riski Wahyudi, Kabul Simamora, dan Rayi Yubi Pramadhoni.

Melalui kegiatan tersebut, siswa mendapatkan pemahaman mengenai berbagai bahaya dan dampak yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan dan lahan. Karhutla tidak hanya berpotensi menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan kerugian terhadap harta benda hingga mengancam keselamatan dan kehidupan masyarakat.

Karena itu, edukasi sejak usia sekolah dinilai menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun perusahaan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

Dari Teori ke Praktik, Siswa Antusias

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah sesi praktik lapangan. Para siswa diperkenalkan secara langsung dengan peralatan yang digunakan dalam penanganan kebakaran dan diberikan kesempatan untuk mempraktikkan cara menghidupkan mesin serta menggunakan alat penyemprotan.

Suasana edukasi pun berlangsung lebih interaktif. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi turut merasakan bagaimana peralatan digunakan dalam kondisi lapangan.

Bagi pihak sekolah, pengalaman tersebut menjadi nilai tambah karena mampu menghubungkan pengetahuan yang diperoleh siswa dengan kondisi nyata di lapangan.

Muhammad Yusuf, S.Pd.I., selaku Waka Humas SMKN PP Batanghari, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilaksanakan PT Rimba Hutani Mas.

“Kegiatan sosialisasi penyadartahuan bahaya kebakaran hutan dan lahan sangat baik sekali. Kegiatan ini menambah pengetahuan bagi siswa dan guru pendamping yang hadir tentang bahaya akibat kebakaran, bukan saja merugikan harta, bahkan jiwa.”

Menurutnya, praktik langsung menjadi salah satu bagian yang paling berkesan bagi para siswa.

“Sangat menyenangkan bagi siswa saat praktik langsung cara menghidupkan mesin dan alat penyemprotan saat praktik di lapangan bersama petugas.”

Pihak sekolah juga menyampaikan terima kasih kepada PT Rimba Hutani Mas karena telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa dan siswi SMKN PP Jambi.

Menanam Kesadaran, Menjaga Masa Depan

Kehadiran 160 siswa dalam kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pesan tentang perlindungan hutan dan lingkungan di kalangan generasi muda.

Pendidikan konservasi tidak hanya berbicara mengenai bagaimana menjaga hutan tetap lestari, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir bahwa setiap tindakan terhadap lingkungan memiliki dampak terhadap kehidupan manusia.

Melalui edukasi karhutla dan praktik lapangan, PT Rimba Hutani Mas berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan realitas. Para siswa diharapkan mampu membawa pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Langkah sederhana berupa meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, serta berani mengingatkan orang di sekitar untuk menjaga lingkungan dapat menjadi kontribusi nyata dalam mencegah karhutla.

Dari 160 siswa hari ini, lahir 160 pembawa pesan baru untuk menjaga hutan dan lingkungan.

Sosialisasi ini pun menjadi pengingat bahwa perjuangan mencegah karhutla tidak cukup dilakukan ketika api telah muncul. Kesadaran harus dinyalakan lebih dulu— dan generasi muda adalah salah satu kunci untuk menjaganya tetap hidup.(**)

LIBURAN KUY!