HITSTUNGKAL.COM — Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus implementasi nilai-nilai pendidikan dasar, Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) PAMSAKA Institut Agama Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal bersama Sanggar Alam Delima melaksanakan kegiatan penanaman pohon di kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Bram Itam, tepatnya di sekitar Pondok Sanggar Alam Delima, Desa Delima, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sabtu (24/1/2026).

Kegiatan ini merupakan rangkaian penutup Pendidikan Dasar (Diklatsar) Mapala PAMSAKA Angkatan XIII yang telah berlangsung selama

Tujuh hari. Penanaman pohon dilakukan oleh peserta diklatsar, pengurus Mapala PAMSAKA, serta pengelola Sanggar Alam Delima sebagai bentuk nyata pengabdian sekaligus tanggung jawab terhadap upaya pelestarian ekosistem gambut.

Ketua Umum Mapala PAMSAKA, Maya Silfani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter dan kesadaran ekologis bagi anggota Mapala PAMSAKA.

“Setelah ditempa secara fisik, mental, dan organisasi selama diklatsar, kami ingin para peserta memahami bahwa pencinta alam tidak hanya kuat di lapangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat lingkungan. Penanaman di kawasan HLG Sungai Bram Itam ini menjadi simbol awal pengabdian mereka terhadap alam,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Sanggar Alam Delima, Ponirin, yang akrab disapa Kang Ponirin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Mapala PAMSAKA. Menurutnya, kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan lindung gambut memiliki nilai strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mencegah kerusakan lingkungan.

Ia menambahkan, HLG Sungai Bram Itam merupakan kawasan penting yang berfungsi sebagai penyimpan karbon, pengendali tata air, serta habitat berbagai flora dan fauna, sehingga perlu dijaga melalui keterlibatan generasi muda dan komunitas lingkungan.

Jenis tanaman yang ditanam merupakan tanaman keras dan tanaman peneduh yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut. Tanaman tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian lingkungan, sekaligus menjadi sarana edukasi konservasi bagi masyarakat sekitar dan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Mapala PAMSAKA berharap dapat terus memperkuat sinergi dengan komunitas lingkungan serta meneguhkan jati diri organisasi sebagai mahasiswa pencinta alam yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan petualangan, tetapi juga konsisten melakukan aksi nyata pelestarian lingkungan dan pemberdayaan kawasan hutan lindung.

Penulis: Cecep Sulaiman

LIBURAN KUY!