HITSTUNGKAL.COM — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kuala Tungkal menggelar Tangguh Awards 2026 pada Selasa, 3 Maret 2026, sebagai bentuk apresiasi kepada Satuan Kerja (Satker) dan Pemerintah Daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dalam pengelolaan keuangan negara yang bersumber dari APBN.
Kegiatan yang berlangsung secara luring di Aula KPPN Kuala Tungkal ini memberikan penghargaan kepada Satker dan Pemda di wilayah kerja KPPN Kuala Tungkal berdasarkan capaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

Penghargaan diberikan dalam beberapa kategori, di antaranya IKPA Pagu Besar, IKPA Pagu Sedang, IKPA Pagu Kecil, Transaksi Digital Paling Aktif, Pelaporan Keuangan Terbaik, Penyaluran Dana Desa Terbaik, Penyaluran DAK Fisik Terbaik, serta penghargaan tertinggi Juara Umum atau “Si Paling Tangguh.”
Selain penyerahan penghargaan, KPPN Kuala Tungkal juga memaparkan perkembangan kinerja APBN tahun 2026 di wilayah kerjanya yang meliputi 53 Satker Kementerian/Lembaga serta dua pemerintah daerah, yakni Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Hingga 31 Januari 2026, realisasi belanja negara di wilayah kerja KPPN Kuala Tungkal tercatat mencapai Rp232,44 miliar atau 11,80 persen dari pagu, meningkat 70,93 persen secara year on year (yoy).
Realisasi tersebut terdiri dari:
- Belanja Pegawai sebesar Rp12,29 miliar atau 5,70 persen dari pagu, meningkat 14,43 persen (yoy);
- Belanja Barang sebesar Rp1,69 miliar atau 1,64 persen dari pagu, menurun 36,41 persen (yoy);
- Belanja Modal yang hingga saat ini belum terdapat realisasi; serta
- Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp218,45 miliar atau 13,47 persen dari pagu, meningkat 75 persen (yoy).
Sementara itu, realisasi pendapatan negara pada Januari 2026 di wilayah kerja KPPN Kuala Tungkal tercatat mencapai Rp47,97 miliar, atau minus 4,68 persen dari target, serta mengalami penurunan 55,65 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pendapatan tersebut berasal dari:
- Penerimaan Perpajakan sebesar Rp45,63 miliar atau 4,56 persen dari target, menurun 17,41 persen (yoy), dengan kontribusi utama dari PPN Dalam Negeri, PPh Pasal 21, dan PBB Pertambangan Migas;
- Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp2,33 miliar atau 10 persen dari target, menurun 35,55 persen (yoy), yang berasal dari sektor perhubungan dan keimigrasian, seperti jasa kepelabuhanan, jasa sarana bantu navigasi, serta layanan paspor.
Penurunan realisasi PNBP dibandingkan tahun sebelumnya disebabkan beberapa faktor, di antaranya berkurangnya aktivitas Ship to Ship (STS) batubara di ambang luar yang berdampak pada jumlah kunjungan kapal, serta menurunnya aktivitas kapal di sejumlah Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) untuk kegiatan bongkar muat.
Secara keseluruhan, kinerja APBN di wilayah kerja KPPN Kuala Tungkal hingga Januari 2026 masih dinilai on track, meskipun mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ke depan, belanja negara diperkirakan akan tumbuh lebih akseleratif, seiring upaya mitigasi risiko penyerapan anggaran agar pelaksanaan anggaran hingga akhir tahun dapat berjalan optimal.
PNBP juga diharapkan terus berperan dalam memperkuat basis penerimaan negara, sekaligus membantu mengurangi ketergantungan pada sumber penerimaan utama dari sektor perpajakan.
KPPN Kuala Tungkal juga menyampaikan bahwa press release kinerja APBN akan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk transparansi pengelolaan keuangan negara, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait peran APBN sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas perekonomian di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilaksanakan Penandatanganan Pakta Integritas Tahun 2026 antara Kepala KPPN Kuala Tungkal dengan seluruh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satker.
Penandatanganan Pakta Integritas juga dilakukan bersama Branch Manager PT Taspen Kantor Cabang Jambi sebagai bagian dari layanan bersama bagi para penerima pensiun yang dilaksanakan di KPPN Kuala Tungkal.(csl)











