HITSTUNGKAL.COM — Rangkaian Ekspedisi Angkatan XIII MAPALA PAMSAKA dengan tema “Menelusuri Krisis Abrasi Sungai Pengabuan dan Degradasi Mangrove di Tanjung Jabung Barat” memasuki tahap pembukaan kegiatan dan sosialisasi di Desa Senyerang, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Lurah Desa Senyerang tersebut dihadiri jajaran RT, Karang Taruna, serta masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan sosialisasi dimulai.

Sosialisasi sekaligus aksi lapangan tersebut dilaksanakan langsung oleh anggota muda MAPALA PAMSAKA yang bertugas sebagai tim lapangan, yakni Kurniadisyah, Muhammad Hilbram Syaddam, Nazla Fauzan, Muhammad Hidayat, Nabila Anzaly Putri, dan Nur Jannah.

Dari enam anggota tersebut, empat di antaranya berasal dari Program Studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS), yakni Kurniadisyah, Muhammad Hilbram Syaddam, Nazla Fauzan, dan Nur Jannah. Sementara Muhammad Hidayat dan Nabila Anzaly Putri berasal dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).

Ketua Pelaksana Ekspedisi Angkatan XIII, Nabila Anzally Putri, mengatakan sosialisasi menjadi langkah awal sebelum tim bersama masyarakat melakukan aksi penanaman mangrove di kawasan yang terdampak abrasi.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman mengenai ancaman abrasi sekaligus pentingnya keberadaan ekosistem mangrove bagi kawasan pesisir.

“Sosialisasi ini kami harapkan bisa membuka pemahaman warga tentang bahaya abrasi dan manfaat mangrove sebagai pelindung alami bibir sungai,” ujar Nabila.

Ia menjelaskan, setelah kegiatan sosialisasi, tim bersama masyarakat langsung menuju titik yang telah ditentukan untuk melakukan penanaman bibit mangrove.

“Setelah ini kita akan langsung turun bersama untuk melakukan penanaman di titik yang sudah kita tentukan,” tambahnya.

Dalam sosialisasi tersebut, materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami masyarakat. Pembahasan meliputi penyebab terjadinya abrasi, dampaknya terhadap pemukiman dan lahan masyarakat, serta pentingnya menjaga kawasan pesisir.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai fungsi mangrove sebagai salah satu vegetasi alami yang dapat membantu melindungi garis pantai dan mengurangi dampak pengikisan tanah.

Sejumlah warga terlihat aktif mengikuti diskusi. Beberapa pertanyaan disampaikan terkait kondisi abrasi yang selama ini terjadi di sekitar lingkungan mereka.

Diskusi berlangsung interaktif hingga kegiatan sosialisasi selesai, Sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas dukungan terhadap pelaksanaan ekspedisi, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyematan simbolis serta pemberian piagam penghargaan kepada pihak Kelurahan Desa Senyerang dan Karang Taruna.

Usai sosialisasi, anggota muda MAPALA PAMSAKA bersama masyarakat kemudian bergerak menuju titik abrasi untuk melaksanakan penanaman bibit mangrove.

Penanaman dilakukan secara gotong royong. Sejumlah RT dan anggota Karang Taruna turut turun langsung membantu proses penanaman bersama para peserta ekspedisi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk aksi nyata MAPALA PAMSAKA dalam merespons persoalan lingkungan di kawasan Sungai Pengabuan, khususnya ancaman abrasi dan degradasi mangrove.

Melalui kegiatan ini, MAPALA PAMSAKA berharap kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan ekspedisi semata, tetapi dapat terus berlanjut dalam upaya menjaga dan memulihkan kawasan pesisir di Desa Senyerang.(Csl)

LIBURAN KUY!