HITSTUNGKAL.COM – Gerakan pemuda lingkungan yang tergabung dalam Indonesian Youth Greeneration (IYG) Regional Jambi memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya rangkaian kegiatan “NARASI (Nalar & Aksi)” yang digelar pada 7-8 Februari 2026. Kegiatan ini dinilai sebagai momentum krusial bagi generasi muda Jambi dalam menyatukan aksi ekologi dengan kesadaran demokrasi.
Acara yang berlangsung selama dua hari ini mengombinasikan aksi nyata di lapangan dengan penguatan nalar kritis melalui diskusi intelektual. Agenda dimulai pada Sabtu pagi (7/2) dengan aksi penanaman mangrove di kawasan Pelabuhan Roro, yang dilanjutkan dengan diskusi publik bertajuk “Kalau Bumi Bise Ngomong” di Caffe Niscala pada malam harinya untuk membedah isu ekstravisme.
Muhammad Hariski, atau yang akrab disapa Ares, anggota IYG Regional Jambi, menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor ini menjadi napas baru bagi aktivisme lingkungan di tingkat lokal. Menurutnya, isu kerusakan alam tidak bisa dilepaskan dari cara masyarakat menjaga sistem demokrasi.
“Kami dari IYG Jambi sangat mengapresiasi inisiatif kolaboratif dalam NARASI ini. Perpaduan antara aksi menanam mangrove dan diskusi kritis membuktikan bahwa anak muda tidak hanya peduli pada bumi secara fisik, tapi juga paham pada sistem yang mempengaruhinya. Nalar dan aksi memang harus berjalan beriringan,” ujar Ares saat memberikan keterangan, Minggu (8/2).
Puncak rangkaian acara ditutup dengan Diskusi Kampus di IAI AN-NADWAH KTL bertema “Merawat Demokrasi di Era Gen Z”. Kehadiran musisi Ismet Raja Tengah Malam turut memperkuat pesan-pesan penyelamatan lingkungan melalui balutan seni yang inklusif.
Ares menambahkan bahwa keterlibatan aktif IYG Jambi dalam mengawal isu ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang. Ia menekankan pentingnya tiga prinsip utama dalam setiap gerakan pemuda ke depan.
“Semangat ‘Bersih, Adil, Lestari’ adalah harga mati bagi kami. Kita berjuang untuk lingkungan yang Bersih dari polusi dan eksploitasi, Adil dalam pembagian ruang hidup bagi rakyat, dan tetap Lestari untuk generasi masa depan,” tegas Ares.
Kegiatan NARASI 2026 ini merupakan hasil kolaborasi luas dari berbagai organisasi, di antaranya WALHI, PMI, Teater Tanjak, Boemi Melayu, HMI, serta berbagai komunitas aktivis, seniman, dan elemen mahasiswa di Jambi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan lingkungan di daerahnya masing-masing.










