HITSTUNGKAL.COM — Seniman Jambi, Ismet Raja Tengah Malam bersama Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) PAMSAKA dan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAI An-Nadwah Kuala Tungkal melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan Parit 9, Desa Tungkal I, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, pada Sabtu pagi (7/2/2025). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemikiran kritis dan tindakan langsung dalam merespons persoalan lingkungan pesisir.

Aksi penanaman mangrove tersebut tidak sekadar bersifat simbolik, melainkan lahir dari kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem pantai dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan. Melalui pendekatan narasi nalar dan aksi, Ismet Raja Tengah Malam mengajak para peserta untuk tidak berhenti pada wacana, tetapi bergerak melakukan upaya pemulihan alam secara langsung.

Ismet Raja Tengah Malam menyampaikan bahwa mangrove merupakan benteng alami kawasan pesisir yang harus dijaga bersama. Menurutnya, seni, nalar, dan aksi lingkungan dapat berjalan seiring dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.

“Menanam mangrove adalah bentuk dialog manusia dengan alam. Ketika nalar sudah memahami, maka aksi adalah kewajiban,” ujar Ismet Raja di sela kegiatan.

Mapala PAMSAKA dan DEMA IAI An-Nadwah memaknai kegiatan ini sebagai bagian dari tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap lingkungan sekitar. Kawasan Parit 9 dipilih karena dinilai rentan terhadap abrasi dan membutuhkan perhatian serius dalam upaya rehabilitasi pesisir.

Perwakilan Mapala PAMSAKA menyebutkan bahwa kegiatan ini juga menjadi media edukasi lapangan bagi mahasiswa tentang pentingnya ekosistem mangrove. Sementara itu, DEMA IAI An-Nadwah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan kolaboratif yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

Usai kegiatan penanaman mangrove, rangkaian agenda dilanjutkan dengan diskusi lingkungan yang dilaksanakan pada malam harinya. Diskusi tersebut membahas berbagai persoalan lingkungan, khususnya isu pesisir, abrasi, serta peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan alam. 

Penulis : Cecep Sulaiman

LIBURAN KUY!